Minggu, 07 April 2013

KIAT SUKSES UN (UJIAN NASIONAL) 2013


Selamat datang para pemenang. Anda terlahir sebagai pemenang. Saya yakin setiap Anda memiliki hasrat untuk menjadi nomor satu di segala bidang, Anda juga telah meluangkan waktu untuk sejenak membaca tulisan ini, ini isyarat Anda akan lebih maju dan sukses kedepannya, saya doakan Anda, amin.

Sebelum kita lahir, kita telah bertarung mengalahkan jutaan sperma yang membuahi sel induk telur, dan hanya satu yang terlahir dan menjadi pemenang, dan itu adalah ANDA. Selamat. #sambil menjabat tangan Anda.

Setiap kita layak dan berhak untuk sukses dan lulus UN. Karena sukses dan lulus UN adalah pilihan. Bukan karena keturunan kita menjadi sukses, namun faktor keuletan dalam diri kita dan senantiasa memilih belajar dalam setiap sendi kehidupanlah membentuk kesuksesan yang hakiki dalam hidup kita. Bukan karena ayah Anda memliki jabatan disebuah perusahaan ternama atau duduk di pemerintahan, sehingga Anda layak untuk sukses. Lantas bagaimana dengan orang ekonominya pas2an, mereka juga berhak untuk sukses. Karena sukses adalah hak setiap orang.

Banyak orang pintar kalah dalam pertarungan2 yang penting. Misalkan saja banyak kita mendengar seseorang yang selalu menjadi juara kelas namun tidak lulus ujian nasional, ada juga yang tidak lulus masuk PTN (Perguruan Tinggi Negeri) favorit, hal ini bisa dikarenakan salah satunya tidak siap mental. Ya, tolong digarisbawahi kata MENTAL. INGAT, orang pintar tidak selama dalam hidupnya akan menuai keberuntungan, kadangkala ia harus jatuh, bahkan sangat sering jatuh. Karena survei membuktikan bahwa orang yang sukses dan pintarlah yang paling banyak gagal. Mungkin diantara Anda pernah mengalami bahwa teman Anda yang dulunya satu kelas ketika sekolah adalah teman yang biasa, prestasi tidak begitu mencolok, nilai hanya pas2an untuk naik kelas, namun sekarang telah berhasil, sukses dan kaya. Pertanyaan sederhana; untuk apa Anda sekolah? Apa tujuan Anda bersekolah? Jikalau ujung2nya hanya untuk dapat kerja dan memperoleh uang banyak. Maka jika ini jawaban Anda, maka maaf, banyak anak yang tidak lulus SD namun masa depannya cerah. Jadi untuk apa Anda bersekolah? Silahkan dijawab dulu sebelum Anda membaca lanjut tulisan ini.

Baik-baik, mungkin Anda mulai bingung untuk menjawabnya, tidak masalah. Karena itu juga saya alami ketika masa sekolah dulu, dan bahkan setiap orang merasakan hal yang sama. Saran saya deteksi dan ketahui sejak dini minat Anda, hasrat Anda, cita2 Anda, impian Anda, ingin menjadi apa kelak ketika sudah dewasa. Hal ini sangat penting, karena hidup tanpa tujuan bagaikan layang2 yang putus, yang kemana saja dibawa angin tanpa arah tanpa tujuan. Sangat sedikit orang yang tidak bersekolah benar2 sukses dan berhasil. Baiknya, bersekolah dan punyalah impian yang besar.
Tugas Anda, jawab pertanyaan di bawah ini :
  • Apa tujuan Anda bersekolah ?
  • Apa impian tertinggi Anda ? Anda ingin menjadi seperti apa nantinya ? 

Ujian Nasional adalah momok yang sangat menakutkan bagi semua siswa. Hal yang terbaik untuk menghilangkan rasa takut itu adalah dengan cara menghadapinya. Bayangkan saja, misalkan Anda ingin pintar berenang, kelamaan Anda belajar dari teori,, yang ada menambah ketakutan Anda terhadap air, saran saya cari kolam renang, cari guru, kemudian loncat kedalamnya, maka Anda bisa merasakan tubuh Anda timbul tenggelam, nah disini Anda bisa tau cara berenang langsung, minimal dengan gaya batu, hhe. Maksud saya, mau tidak mau, bagi Anda yang siswa akan menghadapi yang namanya UN. Untuk melatih kemampuan bisa dengan mengikuti ujian Try Out terlebih dahulu.

Baik, saya akan membagi tips kepada Anda, agar siap mental dan sukses ujian nasional. Caranya..
  • Berhentilah berFOKUS pada ketakutan. “Bagaimana seandainya saya tidak lulus, apalagi saya anak pertama, cowok satu2nya, mana harus nganggur lagi nanti, bisa2 menyusahkan orang tua, bagaimana kata tetangga”, dan panjang lagi kemungkinan negatif yang belum tentu terjadi namun sudah terpikir oleh Anda diawal. Ingat, jika Anda berpikir tidak lulus, kemungkinan akan tidak lulus. Kita akan menjadi apa yang kita gambarkan dan bayangkan tentang diri kita, camkan ini. Kalau semua yang kita bayangkan ketidaklulusan, kegagalan, ketidakmampuan, maka bersiap untuk memperoleh semua sesuai yang Anda pikirkan. Caranya berFOKUSlah pada kelebihan, kelulusan dan kesuksesan yang kelak akan Anda raih. Yakin dan Yakinlah. Saya percaya Anda bisa. Kalau saya saja percaya Anda bisa, masa Anda tidak? Ada2 saja!
  • Sekarang luangkan waktu sejenak hanya lima menit. Halau pikiran kekurangan itu, ketidakmungkinan lulus, kagagalan, dan serba negatif yang menganggu Anda saat ini. Halau sekarang, awas jangan sampai galau. Kalau Galau, coba kelaut, cari inspirasi sama ubur-ubur. Wush ngaurr!!. Yakinkan diri Anda, katakan, saya bisa berhasil dan lulus ujian nasional, saya aminkan dan semoga juga malaikat mengaminkan. Karena kata2 adalah doa.
  • Selanjutnya, biasakan setiap pagi untuk selalu tersenyum dan semangat. Karena kualitas mood sepanjang hari akan ditentukan oleh cara berfikir dan bersikap kita di pagi hari. Loh kenapa harus tersenyum dan semangat, apa hubungannya dengan UN. Ada kok hubungannya, hubungannya baik2 saja, hhe. nama juga tulisan saya, ya suka2 saya dong. Tapi percayalah, ini sangat membantu. Orang yang selalu ceria dan bahagia biasanya dekat dengan sukses dan keberuntungan.
  • berDOA. Seharusnya berdoa ini adalah hal inti dalam segalanya. Karena ini adalah proses pendekatan kepadaNYA. Anda tahu atau pernah dengar, orang bodoh tapi beruntung. Semua dapat terjadi atas kehendaknya. Tinggal Anda berdoa agar Anda dipintarkan dan dituntun menuju masa depan yang cemerlang, gampangkan. Tapi yang ingin saya sampaikan disini adalah fenomena dimana ada yang pintar tidak lulus ujian, ada yang bodoh lulus. Nah! Loh, kok bisa. Iya bisa, nama juga uda rezeki orang, mana bisa ditukar2. Tapi tentunya kita mengharapkan yang terbaik dalam hidup kita, ya lulus ujiankan. Pertanyaan sederhana sudahkan kita berdoa sebelum belajar, baik belajr dirumah apalagi proses belajar mengajar di sekolah, harus itu. Jangan pas mau UN saja baru menseringkan Doa, ini mah gak adil namanya. Masa ketika perlu saja kita dekat denganNYA. Mulailah dengan menseringkan berdoa sebelum belajar.
  • Pakai rumus 7S dan 7Y. Ada yang tau! Baik2 akan saya beri tahu. 7S itu adalah..Semangat.. Semangat.. Semangat.. Semangat.. Semangat.. Semangat.. & Semangaaaat., dan kalau 7Y itu adalah Yakin.. Yakin.. Yakin.. Yakin.. Yakin.. Yakin.. & Yakiiiiin..he he he..


Loh! Loh! Belajarnya kapan. Belajar gak masuk tips. Tapi itu wajib. Ya, WAJIB. Masa mau pinter dan  lulus gak pakai belajar. Belajarlah walau sedikit, tapi sering. Sedikit2 lama2 jadi bukit.

Tetap optimis, percaya dan yakin, semua akan berjalan dengan lancar, anda bisa jika anda berpikir bisa. Terus bergerak dan berjuang ke arah yang lebih baik. Perjalanan mungkin sulit, tapi bisa dan semua serba mungkin selama kita percaya. Pantang menyerah dan bertahanlah. Terus melangkah menuju impian yang besar. Kata Enstein “hanya orang gila yang berharap hasil berbeda, namun yang dilakukannya tetap sama”. Hari ini lakukan sesuatu yang berbeda yang mengarah kepada kehidupan yang lebih baik. Sukses dapat terjadi karena ada persiapan dan keuletan. Setiap keputusan ada ditangan Anda. Semoga berhasil.

“Anda hari ini adalah akibat anda masa lalu, Anda masa depan ditentukan oleh apa yang anda lakukan saat ini” 

Jumat, 14 Desember 2012

Rupanya, Sedekah NGGAK Mesti Ikhlas !!


Semua ibadah itu idealnya memang harus ikhlas, termasuk sedekah. Dengan inilah banyak orang yang berdalih, “sedikit yang penting ikhlas”, “ntar dulu deh sedekahnya nunggu ikhlas”, “daripada gak ikhlas” ntr sia2. Dan akhirnya tidak bersedekah. Sebenarnya tidak apa-apa jika awalnya belum ikhlas, hitung2 sambil latihan, nanti lama2 juga akan ikhals. Lebih baik tetap bersedekah walau belum ikhlas, itu  lebih baik daripada nunggu ikhlas, jadi kelamaan. Banyak orang yang berdebat soal ikhlas, akhirnya malah gak bersedekah. Sedekah itu perlu latihan, termasuk juga ikhlas perlu latihan. Rajin2 bersedekah, ntar juga ikhlas dengan sendirinya, sama seperti shalat, ketika kecil dipaksa shalat meski gak ikhlas mulanya, sekarang ketika sudah gede, yah ikhlas sendiri jadinya. Itu kalau diseringkan. Istilahnya ikhlas by doing. Lagian Cuma Allah yang tahu kita ikhlas atau tidak. Ketika kita tidak ikhlas, namun berusaha untuk ikhlas, dan tetap bersedekah, itu jauh lebih baik. Yah walau belum ikhlas, bagaimanapun sedekahnya berguna bagi orang banyak, kan bagus tho? Dan yang namanya memberi, pasti olehNYA akan diberi balasan, ikhlas atau tidak. Bedanya kalau pakai iman dan ikhlas ada bonus di akhirat.

Pertanyaannya, mending bersedekah 10rb ikhlas atau 50rb gak ikhlas? Pasti kebanyakan jawabnya 10rb ikhlas. daripada 50rb gak ikhlas malahan akan jadi sia2 amalannya. Sebenarnya ni ya, ketika kita bersedekah itu lebih baik dihitung dari sisi si pemberi sedekah atau lebih baik dihitung dari sisi orang yang menerima dan yang membutuhkan? Atau katakan saja anda tetap bersedakah 50rb, maka hitungannya yang ikhlas 10rb, sisanya 40rb akan dihitung sedekah yang bermanfaat bagi orang lain, Cocok? Kalaulah uang yang Anda sedekahkan itu dibelikan pakaian untuk orang miskin, tentu pahala  manfaat sedekah itu akan tetap mengalir selama pakaian itu melekat di tubuhnya, begitu juga ketika sedekah itu dibelikan makanan. Ibarat gong semakin kuat dipukul, semakin kuat dentuman suaranya. Sedekah juga gitu.

“Tangan kanan bersedekah tangan kiri tidak tahu”, istilahnya jangan sampai orang2 pada tau, ntar jadi ria. Bersembunyi2 bersedekah boleh sih, yang gak boleh sembunyi2 tidak bersedekah. Terang2an bersedekah juga boleh (tergantung niatnya), asalkan jangan terang2an gak bersedekah. Salah satu manfaat sedekah terang2an ialah kita bisa memotivasi orang lain untuk ikut bersedekah dan kita juga mendapat kebaikan dari orang yang bersedekah karena ajaran kita, tanpa mengurangi sedikit pun kebaikan dari orang itu sendiri. Mantap gak tuh? Maka lebih baik tangan kanan bersedekah, ajak juga tangan kiri,hhe. Di bukunya Super Story Sedekah (M. Assad), Miracle of Giving (Ust. Yusuf Manshur), Keajaiban Rezeki (Ippho Santosa), Ternyata Sedekah Nggak Harus Ikhlas (Marah Adil, Psd), dijelaskan bahwa rata2 pengalaman nyata sedekah itu dibalas 10 sampai 700 kali lipat. dan masih banyak lagi buku yang bercerita tentang keajaiban bersedekah. Nabi Muhammad bersabda “Tidak akan pernah berkurang harta yang disedekahkan melainkan akan bertambah, bertambah dan bertambah (HR Tirmidzi).

“Coba praktikan ini, tarik nafas dalam dalam...lagi...lagi...sekali lagi..”

Nah, apakah anda tahu, bahwa bisa saja nafas yang anda hirup 3 kali tadi adalah balasan dari sebuah sedekah yang tidak pernah Anda sadari selama ini.

Saya ingin mengatakan bahwa sedekah seorang yang hanya memiliki uang 50rb dan menyedekahkan setengahnya telah mengalahkan orang yang memiliki harta milyaran dan bersedekah hanya 1 juta rupiah. Fadilah sedekah itu diantaranya : dapat memanjangkan umur, Mengobati penyakit, Menolak bala, Memancing rezeki, Memudahkan dapat jodoh, dan Memelihara kesehatan. Berkaitan dengan kurban kemarin, sama saja dengan pembahasan di atas, ikhlas gak ikhlas semoga mendapat manfaat bagi si penerima. Amin. Bedanya kalau pakai iman dan ikhlas ada bonus di akhirat.


Minggu, 07 Oktober 2012

Menuntut Ilmu

Menuntut ilmu wajib bagi setiap muslim. Mempelajari ilmu agama tidak cukup hanya dengan membaca buku, namun dengan belajar langsung kepada ulama-ulama, terutama ulama yang memiliki sanad yang tidak terputus sampai kepada Rasulullah SAW. Bisa saja dengan hanya membaca buku semangat untuk mengamalkan hanya sesaat, dibanding langsung belajar kepada ulama. Ada beberapa keberkahan yang kita dapatkan ketika menuntut ilmu langsung kepada ulama diantaranya Keberkahan karena kita mendatanginya, keberkahan karena memegang kitab, keberkahan karena langsung memandang ulamanya, bahkan terkhusus memandang ulama ini bahwa ulama-ulama kita mengatakan ada dosa yang tidak bisa dihapuskan kecuali dengan memandang para ulama, ada juga dosa yang tidak dapat dihapuskan kecuali dengan sulitnya mencari nafkah.
Saya kurang setuju dengan kondisi sekarang ini yang semakin maju,  yang bukan lagi murid mendatangi gurunya namun guru yang mendatangi muridnya, lantas dimanakah keberkahan dalam menuntut ilmu itu lagi? Karena jauhnya atau sulitnya perjalanan kita mencari ilmulah membuat kita semakin bersungguh-sungguh untuk memahaminya. Maka tidak salah jika semangat kesungguhan itu tidak ada jika guru yang mendatangi muridnya, karena sebenarnya yang membutuhkan ilmu sang muridkah atau sang guru ?. hal ini seharusnya menjadi perhatian penting bagi orangtua2 kita saat ini dalam memberikan ilmu kepada anaknya.
Keadilan itu sangat penting dalam kehidupan kita, adakah kita adil terhadap diri kita sendiri. Misal dalam porsi menuntut ilmu agama dan dunia. Sudahkah kita menyeimbangkannya atau hanya sekedar meluangkan waktu sejenak untuk ilmu agama. Pertanyaannya sudah berapa kalikah kita luangkan waktu untuk hanya belajar ilmu agama dalam seminggu atau sebulan ? bagi anda siswa, mahasiswa maupun yang sudah bekerja. Silahkan jawab pada diri masing-masing.

Doa itu Gampang..



Kalau minta ke orang dengan jumlah banyak2 bisa timbul rasa segan, tapi gak perlu segan kalau minta kepadaNYA, karena Dia Yang Maha Kaya, minta banyak pun tidak akan mengurangi kekayaanNYA, apalagi minta sedikit. Sedikit atau banyak bagiNYA sama saja, jadii minta sekalian yang banyak. Tuhan pasti mengabulkan Cuma terkadang Tuhan menunda, terkadang diberi ketika kita emang uda pantas untuk  mendapatkannya. Misal begini, anak kelas 5 SD minta dibelikan mobil Fortuner, sedang sang ayah juga orang kaya raya, namun apakah dengan serta merta diberikan? Tentu tidak. Banyak pertimbangan sang ayah untuk menunda permintaan sang anaknya, mulai dari sang anak masih terlalu kecil, kakinya belum cukup panjang untuk menginjak pedal gas, tubuhnya belum cukup tinggi untuk melihat arah depan mobil, belum punya sim, dll. Makanya sang ayah belum membelikan, bukan tidak membelikan, karena sang anaklah belum pantas. Begitu juga, kenapa Tuhan belum mengabulkan, karena menunggu kepantasan kita untuk menerimanya. Jadi semakin cepat memantaskan diri maka semakin cepat bagi Dia untuk mengabulkan permintaan kita. Misal saja ya, mahasiswa pengen punya laptop, maka terlepas dari mana laptop akan didapat, yang penting pantaskan diri dulu, minimal tau tentang laptop, cara ON/OFFnya, perangkat lunak dan perangkat kerasnya, dll pendukungnya. Terus juga yang lebih penting dekat denganNYA, panjatkan doa yang intinya pengen sekali laptop, trus tunggu aja deh, ada aja jalan yang diberi olehNYA dari arah yang kita gak sangka, mungkin saja ada orang baik yang ngebelikan untuk kita, atau kita yang beli sendiri, dapat hadiah, atau mungkin sampai kita sendiri yang mampu membelinya, bahkan beli dengan harga murah kualitas barang baru, banyak deh jalannya. Yang penting berpositif thinking kepadaNYA, sempurnakan ikhtiar dan doa, terus hasil akhirnya serahkan kepadaNYA.

Minggu, 08 Juli 2012

Aminkan saja…


Aminkan saja…

Pernah anda dikata dengan “sok pintarlah, sok taatlah, sok rajinlah, sok kayalah, sok keren lah, sok ganteng lah, sok cantiklah, en el el” maka saran saya aminkan saja, kenapa? Maka sama seperti anda didoakan secara tidak langsung. Namun mungkin kebanyakan kita malah menjawab dengan yang lebih parah, seperti dikatakan “sok pintar kamu”, trus dijawab “daripada kamu, sok bodoh”. Ya, memang tidak ada salahnya dalam menjawab, namun apakah hidup kita ingin terusan seperti ini, ejekan dibalas ejekan, cacian dibalas cacian, sejauh apa sih kualitas hidup kita pada pandangan orang. Ambil hikmahnya saja, karena jika terusan dimasukin ke hati maka gak akan ada habisnya, apalagi orang yang seperti ini ada saja yang akan kita temui. Ini ujian dalam hidup.
Ada juga yang menaruh nama di FB dengan nama samaran bahkan terkesan asal2an. Padahal nama kan juga doa,iya toh! tiap hari kita disebut dengan nama, dilafalkan oleh orang, sama saja ini kata2 yang berbentuk doa. Misal teman saya dulu pernah namanya di FB “bocor dikit”, trus kadang dikelas jika ia punya sedikit saja kesalahan maka ia langsung dikaitkan dengan namanya dan juga dipanggil sesuai dengan namanya. Maka memulai memberi perhatian kepada identitas kita adalah hal yang kecil yang jarang diperhatikan. Yuk menjaga kata dan menjadi pribadi yang disuka.