Rabu, 22 Oktober 2014

Stres Tidak Selalu Buruk


Stres adalah respon tubuh untuk menanggapi tuntutan lingkungan yang menantang, entah itu di pekerjaan, sekolah, keluarga atau masyarakat. Stres tidak selalu buruk. Ketika stres, kinerja jantung dan sistem pembuluh darah Anda akan meningkat untuk menyesuaikan diri dengan beban yang lebih besar. Hal ini akan menguntungkan Anda, misalnya dalam situasi yang berbahaya bagi keselamatan jiwa. Tingkat stres yang optimal bahkan dibutuhkan agar Anda selalu bersemangat dan termotivasi untuk berprestasi.
Stres positif dan stres negatif
Menurut ahli endokrinologi Hans Selye, stres dapat dibedakan menjadi stres positif (eustressdan stres negatif (distress). Stres positif seperti pekerjaan yang menantang dan pertandingan olah raga yang menghibur dapat membuat Anda lebih bahagia dan sehat. Sebaliknya, stres negatif seperti pekerjaan yang membosankan dan konflik interpersonal dapat membuat Anda sedih dan sakit.

Stres positif memiliki karakteristik;
Memotivasi, memfokuskan energi, Berjangka pendekTerasa menarik dan dalam batas kemampuan Anda sertaMeningkatkan kinerja

Stres negatif memiliki karakteristik ;
Menyebabkan kecemasan atau kekhawatiran, Berjangka pendek atau panjangTerasa tidak menyenangkan atau di luar batas kemampuan AndaMengurangi kinerjaDapat menyebabkan masalah mental dan fisik.

Penyebab stres
Situasi yang sama dapat menjadi pemicu stres positif atau negatif, tergantung persepsi Anda. Orang yang berbeda juga dapat bereaksi berbeda terhadap situasi yang sama. Namun, secara umum peristiwa berikut memicu stres negatif atau stres positif pada sebagian besar orang di sebagian besar waktu:

Contoh pemicu stres positif meliputi:
·         Memulai pekerjaan atau sekolah baru
·         Menerima promosi atau jabatan baru
·         Pernikahan
·         Membeli rumah
·         Memiliki anak
·         Pindah rumah
·         Mengambil liburan
·         Pensiun
·          
Contoh pemicu stres negatif meliputi:
·         Kematian pasangan
·         Proses perceraian
·         Kehilangan kontak dengan orang yang dicintai
·         Kematian anggota keluarga
·         Sakit atau cedera (diri sendiri atau anggota keluarga)
·         Dilecehkan atau diabaikan
·         Kepailitan/ masalah keuangan
·         Pengangguran
·         Masalah tidur
·         Masalah anak di sekolah
·         Permasalahan hukum
·         Tuntutan pekerjaan berlebihan
·         Ancaman PHK
·         Konflik dengan rekan kerja dan atasan
·         Beban tugas melebihi kewenangan atau pelatihan yang diberikan
·         Kemacetan lalu lintas
Faktor internal
Stres negatif tidak hanya dipicu oleh masalah eksternal namun juga sumber internal seperti perasaan, pikiran, dan kebiasaan. Sumber internal yang sering menyebabkan stres negatif antara lain:
  • Kekhawatiran dengan situasi, misalnya takut terbang, ketinggian, berbicara di depan umum atau menemui orang asing di pertemuan.
  • Kekhawatiran dengan peristiwa masa depan, misalnya menunggu hasil ujian atau reorganisasi perusahaan
  • Ekspektasi terlalu tinggi atau selalu ingin sempurna (perfeksionis)
  • Terlalu memaksakan untuk mengerjakan banyak hal dalam satu waktu
  • Tidak dapat bersikap tegas (plin-plan)
  • Suka menunda-nunda
  • Tidak terorganisir (tanpa perencanaan)

Tips mengurangi stres negatif
Lakukan tips berikut untuk mengurangi stres negatif:
  • Cukup tidur dan beristirahat
  • Jaga diet yang seimbang
  • Lakukan olahraga secara rutin tanpa menetapkan sasaran yang harus dikejar
  • Hargai kehidupan keluarga dan persahabatan. Silaturahmi dengan kerabat dan handai taulan adalah rekreasi yang penting
  • Kejarlah sasaran profesional untuk posisi bahwa Anda yang menantang, tapi masih dalam batas kemampuan Anda
  • Jangan menunda untuk menyelesaikan tugas hingga saat terakhir
  • Buatlah jadwal yang jelas dengan ritual yang berulang
  • Terimalah kegagalan sebagai pelajaran berharga
  • Cobalah untuk tidak menjadi sempurna atau tak tergantikan
  • Sadarilah bahwa Anda adalah manusia yang berharga dan layak di mata Tuhan, tidak peduli bagaimana pun prestasi Anda dinilai manusia


Sumber: MajalahKesehatan.com

Tidak ada komentar:

Posting Komentar